Gejala dan Cara Mengatasi Penyakit Lyme

Referensi gambar: indosister.com
Penyakit Lyme adalah penyakit berupa ruam kemerah-merahan pada kulit yang dapat disebabkan bakteri Borrelia sp karena gigitan kutu. Ada beberapa jenis bakteri yang dapat menyebabkan penyakit tersebut, yaitu Borrelia burgderfori, Borrelia mayonii, Borrelia afzelii, dan Borrelia garinii. Untuk Bakteri Borrelia dapat ditularkan dengan perantara kutu, sering masuk melalui kutu genus Ixodes sp. Pada umumya, melalui kutu Ambylomma sp, adanya kutu jenis Ixodes berupa kutu yang mempunyai kemampuan penghisap darah sebagai makanan utama pada manusia maupun pada binatang maupun darah hewan. Bakteri Borrelia sering kali ditularkan melalui kutu Ixodes. Kutu bisa hinggap melalui kuku yang dapat menghisap darah dengan menelusup lalu mengigit bagian kulit. 

Pengobatan 

Penyakit Lyme diobati dengan antibiotik. Pada pemakaian obat antibiotik biasanya akan dibutuhkan waktu antara dua minggu hingga satu bulan. Pada waktu pengobatan menggunakan antibiotik pada setiap penderita akan tergantung pada tingkat yang parah yang diakibatkan bakteri dari infeksi yang dialami. Penderita penyakit tersebut pada tahap awal umumnya akan diberikan antibiotik pada bentuk tablet. Sedang bagi penderita yang mempunyai penyakit ini pada stadium lanjutan agar dapat memberikan antibiotik melalui suntikan. Pemberian obat antibiotik pada suntikan yang diberikan apabila gejalanya yang diderita mengakibatkan gangguan pada saraf pusat. Pada penanganan pemberian obat penyakit ini awal berlangsung sekitar 14-21 hari, sedangkan sistem lanjutan berlangsung pada 14-28 hari. 

Gejala Penyakit Lyme akan muncul 3 sampai 30 hari setelah terkena gigitan kutu. Kemungkinan gejala awal dapat dikenali dengan mudah karena terlihat pada kulit yang timbul berwarma kemerahan dan adanya peradangan pada kulit yang pada waktu singkat dapat menyebar ke anggota tubuh yang lain. 

Umumnya yang merasakan sakit atau bahkan gatal pada bagian kulit yang yang timbul ruam kemerahan. Namun, ruam kulit terlihat menyebar tapi memudar di bagian tengah. Terdapatnya ruam pada kulit erythema migrans bisa melebar dalam beberapa hari apabila tidak dilakukannya pemeriksaan dokter dan belum diberikan antibiotik. Jika penderita tidak dapat mengingat pernah digigit maka dokter akan menyarankan penderita untuk melakukan tes darah agar memastikan diagnosis pada tubuh memang terjadi gigitan kutu atau tidak. Namun, tes darah dilakukan pada penderita Penyakit Lyme pada awal mulai gejala umumnya memang tidak cukup membantu karena belum membentuk antibodi yang spesifik pada bakteri Borrelia sp. 

Adapun gejala awal guna dapat kenali ketika terkena infeksi pada bakteri yang dapat menyebabkan Penyakit Lyme, antara lain: 
  1. Demam 
  2. Sakit kepala, 
  3. Nyeri otot dan sendi 
  4. Leher kaku 
  5. Kelelahan 
  6. Pembengkakan pada kelenjar getah bening 

Penyebaran yang terjadi karena pada saat tergigit kutu dapat menyebar sehingga mampu mempengaruhi semua saraf dan anggota tubuh lain agar bisa menyebabkan gejala tersebut. Penanganan Penyakit Lyme dilakukan pada tahap stadium awal. Dimulainya sejak dini adanya pemberian obat antibiotik pada 14-21 hari yang sangat efektif untuk menghilangkan infeksi total. Obat yang dapat mengatasi penyakit tersebut, antara lain: 
  • Doksisiklin untuk orang dewasa atau pun usia anak menginjak 8 tahun lebih 
  • Sefuroksim dan amoksisilin obat yang digunakan untuk orang dewasa, anak kecil, ataupun ibu hamil yang sedang menyusui akibat dari Penyakit Lyme 
  • Antibiotik intravena sering diperlukan agar menangani penyakit lyme yang sudah sangat kronis. Antibiotik intravena akan diberikan pada 14-21 hari dan dapat menghilangkan infeksi. 
Referensi: 
alodokter.com 
hellosehat.com 
halodoc.com 

Posting Komentar

0 Komentar